Banyak siswa tidak menyukai mapel Geografi, karena belum tahu tentang isi sebenarnya dan hanya melihatnya sebagai ilmu hafalan. Padahal banyak sisi yang dapat kita bedah, sehingga membuat kita mencintai alam dan penciptanya.
Belajar geografi juga dapat membuat siswa memiliki karakter indah dalam kehidupannya. Salah satunya adalah peduli . Peduli terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama, dan terutama peduli dengan Sang Pencipta Alam semesta.
1. Perbedaan utama antara cuaca dengan iklim adalah :
a. waktu dan luas tempat d. tidak ada perbedaan
b. waktu e. perhitungan awal mula penentuan
c. tempat
Pembahasan:
Perbedaan cuaca dan iklim adalah pada waktu dan tempatnya. Cuaca memiliki waktu singkat sedangkan iklim memiliki waktu relatif lama. Cuaca terjadi pada wilayah yang sempit, sedang iklim terjadi pada wilayah yang lebih luas. Iklim merupakan keadaan rata-rata cuaca suatu tempat. Namun saat ini ditemukan adanya beberapa wilayah kecil yang memiliki iklim spesifik karena pengaruh kondisi geomorfologi, topografi, bangunan dan tanaman di sekitarnya. Misalnya Iklim di dalam Gua terbesar di dunia yaitu Son doong di Vietnam.
2. Di Indonesia, fenomena yang sering terjadi di saat musim penghujan yang ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan awan-awan vertikal besar adalah....
a. hujan batu d. siklon tropis
b. petir e. hujan salju
c. badai tropis
Pembahasan:
Jawabannya adalah petir. Kita coba analisa satu satu: Hujan batu terjadi pada saat terjadi gunung meletus; badai tropis atau dikenal juga dengan siklon tropis merupakan pusaran angin atau angin dengan gerakan memutar yang berbarengan dengan hujan dan kadang petir, yang mampu mengangkat apapun yang dilewatinya. Siklon tropis disebabkan suhu permukaan laut yang hangat , yang akan menyebabkan sistem tekanan rendah di wilayah tersebut. Sedangkan hujan salju adalah hujan yang disebabkan oleh kondensasi uap air menjadi awan yang berada di daerah dengan ketinggian tertentu
Fenomena petir terjadi pada awan vertikal seperti awan Cb (cumulonimbus). .
3. Klasifikasi iklim di Indonesia sering mengandalkan parameter hujan sebagai faktor penentu. Karena....
a. mudah ditemukan
b. tidak sulit untuk dihitung besarnya
c. mencerminkan berbagai macam fenomena cuaca dan iklim di wilayah tropis
d. sulit untuk mengukurnya
e. mudah diukur
Pembahasan:
Contoh klasifikasi iklim menurut curah hujan adalah Oldeman dan Schmidt Ferguson. Penggunaan metode curah hujan itu mudah diukur dengan alat rain gauge atau fluviometer yang seperti baskom.
4. La Nina dan El Nino sebenarnya merupakan fenomena yang terjadi di lautan seperti halnya fenomena dipole mode, Semua fenomena tersebut mengakibatkan cuaca dan musim di Indonesia berubah. Fenomena la nina dan el nino terjadi di..
a. Samudra Pasifik Lintang tengah
b. Samudra Hindia sekitar ekuator
c. Samudra Atlantik sekitar ekuator
d. Samudra Pasifik sekitar ekuator
e. Samudra Hindia Lintang tengah
Pembahasan:
La Nina dan El Nino adalah anomali cuaca di Samudra Pasifik sekitar ekuator bagian Timur.
5. Air merupakan universal solvent.hal ini disebabkan karakteristik air yang memiliki...
a. Ikatan hidrogen yang kuat
b. Molekul bersifat bi-polar
c. densitas anomali
d. atom hidrogen dan oksigen yang mudah terlepas satu sama lain
e. tiga wujud di alam, sebagai benda cair, padat ataupun gas.
Pembahasan:
Jawaban b. Air disebut pelarut universal (universal solvent) karena lebih banyak zat yang larut dalam air daripada bahan kimia lainnya. Iniada hubungan dengan polaritas setiap molekul air. Ini membantu air memisahkan senyawa ionik menjadi ion positif dan negatifnya.
Ujung-ujung atom hidrogen memiliki muatan positif yang kecil, sedang dua pasang elektron oksigen yang tidak beikatan membuat ujung atom oksigen memiliki muatan negatif. Kemudian karena muatan itu memiliki penyebaran muatan yang tidak sama, maka disebut polar covalent bonds yang bersifat bipolar
Dua muatan positif dari atom hidrogen pada satu sisi dan dua muatan negatif ganda dari atom oksigen membuat molekul-molekul air bersifat bipolar. Akibatnya adalah molekul-molekul air yang berdampingan akhirnya cenderung untuk bergabung bersama, tertahan oleh tarikan dari muatan yang berlawanan, yang terdapat pada molekul yang berdampingan. Muatan positif atom hidrogen dari satu molekul, tertarik dengan muatan negatif dari molekul lain. Kemudian membentuk satu ikatan yang disebut Ikatan hodrogen (hydrogen bonds)
Lama sekali tidak
posting di blog ini. Bahkan cerita Pandemi COVID-19 pun sama sekali tidak terupdate.
Kesibukan sebenarnya bukan alasan yang bisa diterima untuk sebuah obsesi dalam
dunia kepenulisan.Tapi itulah kenyataannya. Artinya saya tidak pandai mengatur
waktu. Semoga menjadi bahan evaluasi diri bagi saya.
Pada kesempatan ini
saya ingin sekali menulis, tentang psikometri yang sering digunakan untuk tes
melamar pekerjaan di sebuah perusahaan. Salah satunya adalah tes Wartegg. Dengan
berbagi ilmu, semoga mendapatkan keberkahan dari manfaatnya bagi kalangan yang
membutuhkan. Amin.
Jika Anda pernah
mengikuti psikotes, pasti sudah tidak asing lagi dengan salah satu tes yang
bernama tes wartegg. Tapi bukan warung tegal ya…Kata wartegg diambil dari
penemunya bernama Ehrig Wartegg seorang psikolog dari Jerman.
Tes psikotes wartegg
ini merupakan salah satu tes yang sering digunakan untuk tes masuk kerja dan
sebagian kampus pun menggunakan tes ini untuk menyeleksi mahasiswanya. Dalam
tes ini Anda akan diuji dalam keterampilan menggambar. Gambar yang dibuat pun
berasal dari kotak-kotak yang telah disediakan dan berisi garis-garis yang
telah ditentukan. Jadi, tugas Anda adalah menyempurnkan garis tersebut agar
menjadi gambar yang menarik sesuai dengan imajinasi Anda. Tes wartegg ini
nantinya kan menggunakan gambar dengan metode proyektif pada setiap gambar
untuk bisa dilengkapi oleh seseorang yang mengikuti tes tersebut. Pada setiap
gambarnya pun telah diberikan berbagai macam bentuk garis untuk bisa dilengkapi
oleh mereka.
Walaupun tesnya
mengharuskan Anda untuk menggambar, tetap saja ada tips dan trik yang perlu
Anda ketahui agar bisa lolos dalam tes tersebut.
Nah, seperti apa tips
dan triknya untuk bisa lolos dalam tes psikotes wartegg? Ini Dia Ulasannya!
Apa Tujuan dari Tes Wartegg?
Tujuan dari tes wartegg ini adalah untuk bisa
melihat kepribadian seseorang yang mencakup tentang pengambilan keputusan,
memanage organisasi, klinis, dan kepribadian lainnya. Tes ini pertama kali
dilakukan oleh sebuah universitas di Jerman bernama Leipzig University, yang
pada saat itu dipimpin oleh Krueger dan Sander kemudian disempurnakan oleh
Kinget dan Ehrig Wartegg.
Tips Sukses Lolos Tes Wartegg
Grogi pasti ada. Namun jika Anda mampu mengendalikannya,
alangkah mantapnya. Adapun tips yang
bisa Anda lakukan adalah sebagai berikut :
1. Doa
Do’a adalah senjata awal dan akhir bagi manusia . Sebelum
memulai tes, wajibkan diri untuk berdoa
kepada Alloh, agar dimudahkan untuk mengerjakan tes tersebut. Selain
mempersiapkan mental sukses Anda pun harus siap dengan hasil lain.
Selalu tanamkan dalam jiwa, bila Anda gagal, yakinlah ada rezeki
lain yang lebih baik sedang menunggu Anda. Berdoa pada Allah merupakan “ikhtiar
langit” yang memang harus Anda lakukan.
2. Menyiapkan Rencana Gambar yang Akan Dibuat
Ketika Anda mengikuti tes psikotes untuk seleksi bekerja, memang
tidak hanya tes wartegg saja yang akan dihadapi karena banyak macam tes
psikotes yang akan Anda hadapi.
Namun, tidak ada salahnya untuk mencari tahu terlebih dahulu
tentang cara untuk menyelesaikan tes wartegg tersebut.
Nah, setelah Anda mengetahuinya, maka tugas berikutnya adalah
membuat rencana gambar apa saja yang akan Anda buat ketika mengikuti tes
psikotes.
Tentunya dengan persiapan yang matang, Anda akan mendapatkan
beberapa keuntungan diantaranya adalah :
Tidak
bingung ketika akan menggambar.
Bisa
lebih cepat menyelesaikan gambar.
Hasil
menggambar bisa lebih maksimal dan bisa mendapat gambar yang terbaik.
Hasil
gambar biasanya lebih anti-mainstream dan berbeda dari orang-orang yang
mengikut tes serupa saat itu.
3. Berlatih Terlebih Dahulu Sebelum Tes
Ketika Anda sudah tahu soal yang akan dihadapi untuk tes
psikotes nanti, maka Anda bisa berlatih terlebih dahulu sebelum mengerjakan
soal.
Dengan seringnya berlatih, maka akan terbiasa untuk menghadapi
soal tersebut. Bila sudah terlatih dengan baik, maka kesalahan yang Anda
lakukan pun semakin kecil.
Nah, tentang berlatih ini sebaiknya dilakukan oleh Anda yang
memang kurang mahir dalam hal menggambar. Bila Anda sering berlatih maka insyaalloh
kemungkinan untuk bisa lolos dalam tes ini akan semakin besar.
Terlebih bila pengerjaan tes tersebut selesai sebelum waktunya,
maka para penguji pun bisa memberikan nilai plus untuk Anda.
4. Kerjakan Mulai dari yang Dianggap Mudah
Jangan khawatir pula bila Anda tidak sempat untuk berlatih dan
membuat rencana gambar yang akan dibuat ketika tes psikotes nanti.
Karena Anda bisa mengerjakan gambar lain yang dianggap paling
mudah. Strategi ini bisa membantu Anda untuk bisa mengerjakan tes dengan tepat
waktu.
Jangan sampai Anda terlalu terpaku pada satu kotak yang dirasa
sulit. Tetapi, jika Anda laki-laki sejati sebaiknya jangan mulai dari kotak
nomor 5 karena hasilnya berkaitan dengan orientasi seks seseorang.
5. Usahakan Kertas Agar Tetap dalam Keadaan Bersih
Perlu diingat dan diperhatikan dengan seksama
kaertas tes tersebut sebaiknya tetap dalam keadaan bersih.
Karena itu, sebisa mungkin Anda harus bisa
meminimalisir kesalahan karena terlalu sering menggunakan penghapus.
Terlalu sering menghapus juga menunjukkan
bahwa Anda lemah dalam perencanaan serta tidak bisa mengorganisir pekerjaan
yang baik dan rapih.
Jika Anda melamar pada perusahaan yang
menuntut perencanaan dan pengerjaan dengan baik, maka boleh jadi Anda bisa
gugur dalam tes tersebut.
6. Kerjakan Tes Wartegg dengan Dinamis
Artinya dalam pengerjaan tes wartegg ini Anda
bisa mengerjakan secara acak tetap teap dinamis.
Kuncinya jangan dikerjakan terlalu acak
karena bisa menunjukkan diri Anda yang terlalu inovatif, kreatif, serta
cenderung arogan ketika menghadapi sesuatu.
Adapun jika Anda mengerjakan tes secara
berurutan, maka cenderung memiliki kepribadian yang kaku dan juga konservatif.
Karena itu, jalan terbaik untuk bisa
mengerjakan tes tersebut adalah mulai dari nomor 4,3,2,1 kemudian dilanjutkan
dengan nomor 5,6,7, 9 ataupun sebaliknya.
Penguji pun akan melihat bahwa Anda memiliki
kepribadian yang seimbang dan boleh jadi masuk dalam kriteria yang diinginkan
dari perusahaan atau instansi tersebut.
Hal tersebut bisa diketahui karena salah satu
perintah dalam tes tersebut adalah peserta harus memberi nomor gambar yang
terlebih dahulu dikerjakan.
Selain itu, diharuskan pula untuk memberikan
keterangan pada kotak yang telah dibuat, serta jangan lupa menuliskan gamabr
mana yang yang tersulit dan juga yang mudah.
7. Gambar Anti-Mainstream/ Tidak Seperti Lainnya
Bila Anda terpikirkan untuk menggambar yang
anti-mainstream secara keseluruhan akan menguntungkan Anda. Karena dari gambar
yang tidak biasanya tersebut penguji akan menilai Anda sebagai seseorang yang
memiliki tingkat kecerdasan baik serta memiliki pengetahuan yang luas.
Harus diingat pula! Menggambar sesuatu yang
anti-mainstream memang memerlukan imajinasi dan kejelian yang tinggi sehingga
sangtlah wajar bila penguji menilai hal tersebut yang berkaitan dengan tingkat
kecerdasan seseorang.
8. Bawalah Alat Tulis yang Memadai
Dalam mengerjakan tes psikotes wartegg ini,
sebaiknya siapkan pula alat tulis yang memadai. Entah itu pulpen dan juga
pensil yang memang layak untuk digunakan.
Agar tidak terjadi hal yang diinginkan,
seperti pensil yang patah atau pulpen yang habis tinta, maka bawalah lebih dari
satu peralatan tulis tersebut.
Tidak diperkenankan pula membawa penghapus
atau tipe-ex karena bisa membuat kertas menjadi kotor dan tidak enak dipandang.
9. Hindari Menghafal Jawaban yang Sudah Anda
Buat
Penting untuk diketahui, walaupun Anda sudah
berlatih bahkan sampai menghafalkan gambar apa saja yang dibuat, tetap yang
paling penting adalah harus memahami maksud dan tujuannya.
Boleh jadi, pada saat itu penguji memberikan
instruksi dan syarat berbeda yang dikaitkan dengan kriteria dari perusahaan
yang Anda lamar.
Jika Anda sudah paham maksud dan tujuannya,
maka tidak akan jadi masalah jika syarat untuk mengerjakannya diubah.
10. Percaya Diri dan Tenang dalam
Mengerjakannya
Terkadang ketika sudah berlatih dan sudah
terencana dengan baik untuk menggambar, pada hari H selalu saja ada perasaan
cemas.
Tetapi, bila Anda bisa mengendalikan emosi
dengan baik maka hal tersebut tidak akan terjadi. Kuncinya yakinlah Anda bisa
mengerjakan pekerjaan tersebut serta tenang dalam mengerjakannya.
Contoh Soal dan Gambar Tes Psikotes Wartegg
Keterangan Soal:
Kotak
1 : Gambar titik kecil ditengah kotak : tentang hal-hal yang berhubungan
dengan adaptasi, serta menujukkan kelincahan. Maka Anda bisa bisa
menggambar hewan yang memiliki karakteristik dan yang berhubungan dengan
lingkungan.
Kotak
2 : Gambar berupa coretan menyerupai huruf S yang terletak di sebelah kiri
atas : menunjukkan kebebasan. Bila Anda ingin menggambar hewan, maka bisa
menggambar burung yang sering diidentikan dengan kebebasan.
Kotak
3: Baris ketiga mengisyaratkan tentang kemauan dan tekad untuk selalu
memperbaiki diri serta memiliki ambisi yang besar. Maka, gambarlah pagar,
tangga, tiang listrik, dsb.
Kotak
4 : Gambar kotak hitam yang berada di sebelah kanan atas : menunjukkan
bagaimana cara Anda dalam menghadapi sebuah kesulitan. Maka, Gambarlah
bangunan, atau konstruksi beton, dll
Kotak
5 : Gambar dua garis di sudur kiri bawah yang menyerupai huruf T miring
namun terpisah. Menunjukkan bagaimana cara anda berpikir dalam pemecahan
sebuah permasalahan.
Anda
bisa menggambar bangunan, sebuah konsruksi, dan lain-lain.
Kotak
6: Gambar garis horizontal dan vertikal yang terpisah seperti akan
membentuk segi empat Menunjukkan kesederhanaan tapi tetap menyuguhkan
realitas. Gambarlah kamera, televisi, komputer.
Kotak
7: Titik kurva Menunjukkan garis yang tidak dapat diproses secara
sembarangan, harus diperlakukan dengan hati-hati. Gambar tersebut juga
bisa menunjukkan perasaan Anda.
Kotak
8 : Gambar garis melengkung menyerupai payung : menunjukkan bagaimana
hubungan sosial Anda dengan lingkungan sekitar Anda.. Gambar tersebut juga
menunjukkan kebijaksanaan, kebesaran, dan kewibawaan.
Contoh Gambar Tes Wartegg yang Sudah Dikerjakan
Tentunya Anda bisa mencoba untuk menggambar lain yang lebih
kreatif dan juga inovatif. Jika Anda belum siap untuk mengerjakan tesnya, maka
bisa mencari referensi lain lewat browsing atau buku-buku psikologi yang
berhubungan dengan hal tersebut.
Perlu diingat pula yang dinilai dalam gambar tersebut bukan
bagus atau indahnya gambar tersebut, melainkan kepribadian Anda, apakah layak untuk
menempati posisi yang dicari oleh perusahaan tersebut atau tidak.
Kepribadian tersebut tidak sepenuhnya mutlak, karena bisa saja
berubah-ubah sesuai kondisi. Maka dari itu jangan lupa berdoa, lakukan tipsnya,
dan bersikaplah tenang dalam menghadapinya.
Waktu tak terasa berjalan dengan cepat. Anda yang tidak pandai memanfaatkan waktu, akan tergerus oleh waktu itu sendiri. Rugim pastinya, karena waktu tak akan pernah bisa kembali.Sebab rasanya lama dan bosan melakukan apapun. Namun bagi anda yang cerdas dalam memanfaatkan waktu, maka anda akan merasakan bahwa waktu sangat kurang, sebab akan terlarut dengan memanfaatkan waktu untuk beraneka aktifitas yang bermanfaat.
Seperti juga Ujian Nasional bagi anda, siswa kelas 12 jenjang SMA. Akhir november ini, semua satuan pendidikan menengah sudah mulai memasuki akhir semester. Perjuangan berat akan terasa bagi anda yang menganggap sekolah sebagai tantangan dan bukan sebagai arena asal-asalan. Setelah itu, Rapot semester ganjil akan segera diterima. Hasilnya pasti tergantung dari sejauh mana usaha yang dilakukan.
Tak ada istilah terlambat jika memang ingin berubah. Ayo siswa millenial... jangan hanya millenial dalam pergaulan dan berteman saja, menjadi millenial lah anda dalam hal pemikiran, cara belajar, cara memanfaatkan waktu. Jangan hanya melihat orang asing dari gaya hidupnya. Tapi saatnya anda melihat bagaimana cara mereka bisa menguasai dunia dengan pemikirannya. Sebab masa depan ada di tangan anda para pembaca millenial. Dan ternyata hidup ini hanya ada dua pilihan. Sukses atau gagal. Senang di masa datang atau susah di masa datang. Maju atau mandeg. Kaya di masa depan atau miskin dimasa depan. Dilecehkan atau dihargai. Dan masih banyak segudang pilihan dalam hidup ini.
Nah.... terkait dengan ujian, ada bocoran nih tentang kisi-kisi materi Ujian Nasional. Buka ya...
Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun
penurunannya.
Faktor-faktor
yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran (natalitas), kematian
(mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).
Kelahiran
dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan penduduk dinamakan
faktor non alami.
Perpindahan penduduk atau disebut migrasi ada
dua macam, yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut migrasi masuk
(imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi keluar
(emigrasi).
Faktor
penyebab utama ini adalah adanya kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi
terutama kemajuan di bidang kesehatan.
Dengan
kemajuan teknologi kesehatan kelahiran dapat diatur dan kematian dapat dicegah.
Ini semua mengakibatkan menurunnya angka kematian secara drastis atau mencolok.
Sesuai
dengan tingkat kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi maka tiap-tiap
masyarakat atau negara, pertumbuhan penduduknya mengalami 4 periode yaitu:
Periode
I
Pada periode ini pertumbuhan penduduk berjalan dengan lambat yang ditandai
dengan adanya tingkat kelahiran dan kematian yang rendah sehingga disebut
periode statis.
Periode
II
Tahap kedua ini angka kematian mulai turun karena adanya perbaikan gizi
makanan dan kesehatan. Akibat dari itu semua pertumbuhan penduduk menjadi
cepat mengingat angka kelahiran yang masih tinggi.
Periode
III
Periode ini ditandai dengan tingkat pertumbuhan penduduk mulai turun.
Tingkat kematian pada periode ini stabil sampai pada tingkat rendah dan
angka kelahiran menurun, penyebabnya antara lain adanya pembatasan jumlah
anggota keluarga.
Periode
IV
Pada masa ini tingkat kematian stabil, tetapi tingkat kelahiran menurun
secara perlahan sehingga pertumbuhan penduduk rendah. Periode ini di sebut
periode penduduk stasioner.
Dari empat
periode di atas, pertumbuhan penduduk Indonesia berada pada periode kedua dan
sekarang sedang menuju periode ketiga.
Sampai di sini Anda memahami tentang pertumbuhan penduduk?
Agar
pemahaman Anda terhadap perkembangan jumlah penduduk Indonesia lebih lengkap,
perhatikan grafik berikut ini!
Grafik Perkembangan
Penduduk Indonesia Tahun 1930-2000
Untuk
pertambahan penduduk dinyatakan besarnya dengan angka, sedangkan pertumbuhan
penduduk dinyatakan dengan persen (%) yang umumnya dihitung tiap tahun.
Untuk
menghitung pertambahan penduduk digunakan rumus:
Dari rumus
di atas terdapat dua kelompok perhitungan pertambahan penduduk yaitu:
a.
Pertambahan
penduduk alami atau natural increase artinya pertambahan penduduk yang dihitung
dari selisih antara kelahiran dan kematian.
Rumusnya:
b.
Pertambahan
Migrasi (Net Migration) artinya pertambahan penduduk yang dihitung dari
selisih antara jumlah penduduk yang masuk dengan penduduk yang keluar.
Rumusnya:
Untuk
menghitung prosentase pertumbuhan penduduk, perhatikan contoh beberapa
perhitungan di bawah ini!
Anda harus
perhatikan rumus yang digunakan dengan seksama!
1.
Penduduk suatu negara pada pertengahan tahun 1999
berjumlah 24.500.000 jiwa. Pada tahun tersebut terdapat kelahiran 1.300.000
jiwa dan kematian 700.000 jiwa. Migrasi masuk 20.000 jiwa dan migrasi
keluar 15.000 jiwa.
Dari data tersebut hitunglah!
a. pertumbuhan penduduk alami
b. pertumbuhan penduduk migrasi
c. pertumbuhan penduduk tota (sosial)
Penyelesaian soal
a.
Pertumbuhan penduduk alami (PA)
PA = x 100%
= x 100%
= x 100% = 2,44%
b.
Pertumbuhan penduduk migrasi (PM)
PM = x 100%
= x 100%
= x 100% = 0,02%
c.
Pertumbuhan penduduk sosial atau total (PT)
PT = PA – PM
= 2,44% – 0,02%
= 2,42%
Ingat! perhitungan di atas untuk menghitung pertumbuhan, dengan prosentase
(%). Sedangkan bila ditanyakan jumlah/angka pertambahan kelahiran alaminya,
maka perhitungannya lebih sederhana tanpa prosentase.
Sebagai contoh apabila Anda diminta menghitung jumlah pertambahan alami
dari soal tersebut, maka dapat dihitung sbb:
Pertambahan Alami (PA)
= L – M
= 1.300.000 – 700.000
= 600.000 jiwa
2.
Berdasarkan sensus penduduk tahun 1990 penduduk
Indonesia berjumlah 179.300.000 jiwa, sedangkan sensus tahun 1980 penduduk
berjumlah 147.200.000 jiwa. Hitunglah tingkat pertumbuhan penduduk
pertahun!
Penyelesaian soal:
Untuk menyelesaikan soal ini digunakan rumus untuk menghitung pertambahan
penduduk antar tahun (per sensus) yaitu:
PAS = x 100 %
= x 100 %
= x 100 %
= 21,8 %
Angka 21,8% tersebut merupakan pertumbuhan selama
10 tahun (1980 – 1990), sehingga pertumbuhan penduduk tiap tahunnya
menjadi:
Pertumbuhan penduduk disebut juga dinamika penduduk.
Ada 3 klasifikasi pertumbuhan penduduk, yaitu sebagai berikut.
a. Pertumbuhan penduduk termasuk cepat/tinggi, bila
pertumbuhan 2% lebih dari jumlah penduduk tiap tahun.
b. Pertumbuhan penduduk termasuk sedang, bila
pertumbuhan itu antara 1% - 2%.
c. Pertumbuhan penduduk termasuk lambat/rendah, bila
pertumbuhan itu antara 1% atau kurang.
Jumlah
penduduk diwaktu yang akan datang dapat diketahui dengan cara membuat
perkiraan atau proyeksi. Ada beberapa cara untuk membuat proyeksi penduduk
yaitu:
a.
Proyeksi jumlah penduduk untuk beberapa tahun
mendatang.
Rumusnya:
Contoh soal:
Pada tahun 1990 penduduk Indonesia jumlahnya 179 juta jiwa, tingkat
pertumbuhan penduduk 1,98%. Berapakah jumlah penduduk tahun 2000?
Penyelesaian:
Jadi tahun 2000 dengan perhitungan diperkirakan
penduduk berjumlah 213.547.000 jiwa.
b.
Proyeksi penduduk lipat ganda (Doubling Time)
Rumus yang digunakan:
Contoh soal:
Pada tahun 2000 penduduk Indonesia berjumlah 209.597.000. Pertumbuhan
penduduk 1,6%. Kapan penduduk menjadi dua kali lipat jumlahnya dan berapa
jumlahnya?
Penyelesaian soal:
Jadi dengan pertumbuhan 1,6% pertahun, penduduk
akan menjadi dua kali lipat dalam waktu 44 tahun.
Ini berarti menjadi dua kali lipat = 2000 + 44 = tahun 2044. Pada tahun
2044 penduduk Indonesia diproyeksikan menjadi 2 x 209.597.000 = 419.194.000
jiwa.
Perhitungan
proyeksi jumlah penduduk di waktu yang akan datang perlu dilakukan agar
dapat digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan di bidang
kependudukan di waktu yang akan datang seperti penyediaan sekolah, lapangan
pekerjaan dan sebagainya.
Cara Perhitungan Proyeksi Penduduk
Proyeksi
Penduduk sangat penting dilakukan untuk memperkirakan jumlah
penduduk di masa mendatang. Pada umumnya proyeksi penduduk diperlukan untuk
tahapan perencanaan jangka panjang suatu wilayah (kelurahan, kecamatan,
propinsi, bahkan negara).
Pada masa
dahulu, pemerintah melakukan ‘population projection’ terutama untuk keperluan
pajak atau keperluan mengetahui besarnya kekuatan negaranya. (Muliakusuma)
Proyeksi Penduduk digunakan untuk memperediksi
kebutuhan di masa mendatang.
Misal :
Kebutuhan akan jumlah rumah (perumahan), kebutuhan ekonomi, ketersediaan
sumber daya alam.
Ada beberapa jenis Perkiraan Penduduk, diantaranya :
INTERCENSAL
(INTERPOLASI), interpolasi merupakan suatu perkiraan mengenai keadaan
penduduk di antara 2 sensus (data) yang kita ketahui.
POSTCENSAL
ESTIMATED, merupakan perkiraan mengenai penduduk setelah dilakukan
sensus. Prinsipnya sama yaitu pertambahan penduduk adalah linear.
PROJECTION
(PROYEKSI), perkiraan penduduk berdasarkan sensus (biasanya sensus
terakhir).
Pada bahasan
kali ini, saya akan menguraikan cara perhitungan proyeksi penduduk untuk
jenis Interpolasi dan Potential Estimated.
INTERCENSAL - INTERPOLASI
interpolasi merupakan
suatu perkiraan mengenai keadaan penduduk di antara 2 sensus (data) yang kita
ketahui. Pada perhitungan interpolasi, jumlah pertumbuhan penduduk dianggap
linear, yang artinya setiap tahun penduduk akan bertambah dengan jumlah yang
sama.
Rumus
Perhitungan Proyeksi Penduduk dengan Intercensal
Contoh Soal dan Perhitungannya,
Diketahui
jumlah penduduk di Kota Kawai pada tahun 1961 adalah 97 juta jiwa. Sedangkan
pada tahu 1971 adalah 118,2 juta. Berapakah estimasi jumlah penduduk pada
tahun 1967?
Jawab:
Diketahui :
Po = 97 jt (tahun 1961)
Pn = 118,2 jt (tahun 1971)
m = 1967 – 1961 = 6
n = 1971 – 1961 = 10
maka estimasi jumlah penduduk pada tahun 1067
adalah 109,72 juta.
POSTCENSAL ESTIMATED
Adalah
perkiraan penduduk setelah dilakukan sensus. Prinsipnya pertambahan penduduk
dianggap linear, yang artinya setiap tahun penduduk akan bertambah dengan
jumlah yang sama.
Rumus Perhitungan Proyeksi Penduduk dengan
Postcensal Estimated
Contoh Soal dan Perhitungannya,
Diketahui
jumlah penduduk di Kota Dumai pada tahun 2000 adalah 97 juta jiwa. Sedangkan
pada tahun 2010 adalah 118,2 juta. Berapakah estimasi jumlah penduduk pada
tahun 2014?
Jawab :
Diketahui :
Po = 97 jt (tahun 2000)
Pn = 118,2 jt (tahun 2010)
m = 2014 – 2010 = 4
n = 2010 – 2000 = 10
maka estimasi jumlah penduduk pada tahun 2014 adalah 126,68 juta.
Diketahui :
Po = 97 jt (tahun 2000)
Pn = 118,2 jt (tahun 2010)
m = 2014 – 2010 = 4
n = 2010 – 2000 = 10
maka estimasi jumlah penduduk pada tahun 2014 adalah
126,68 juta.
Sampai di
sini apakah Anda sudah memahami tentang cara-cara menghitung pertumbuhan
penduduk?
Bila belum jelas cobalah baca uraian di atas sekali lagi!
Apabila
sudah jelas, kita lanjutkan bahasan lebih lengkap tentang kelahiran, kematian
dan migrasi (mobilitas).
a.
Kelahiran (Natalitas)
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung kelahiran (pro
natalitas)
Faktor-faktor
penunjang kelahiran (pro natalitas) antara lain:
Kawin
pada usia muda, karena ada anggapan bila terlambat kawin keluarga akan
malu.
Anak
dianggap sebagai sumber tenaga keluarga untuk membantu orang tua.
Anggapan
bahwa banyak anak banyak rejeki.
Anak
menjadi kebanggaan bagi orang tua.
Anggapan
bahwa penerus keturunan adalah anak laki-laki, sehingga bila belum ada
anak laki-laki, orang akan ingin mempunyai anak lagi.
Faktor pro
natalitas mengakibatkan pertambahan jumlah penduduk menjadi besar.
Faktor-faktor penghambat kelahiran (anti natalitas), antara lain:
Adanya
program keluarga berencana yang mengupayakan pembatasan jumlah anak.
Adanya
ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal berusia 16 tahun dan
bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun.
Anggapan
anak menjadi beban keluarga dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.
Adanya
pembatasan tunjangan anak untuk pegawai negeri yaitu tunjangan anak
diberikan hanya sampai anak ke – 2.
Penundaaan
kawin sampai selesai pendidikan akan memperoleh pekerjaan.
Untuk
menentukan jumlah kelahiran dalam satu wilayah digunakan angka kelahiran
(Fertilitas).
Angka
kelahiran yaitu angka yang menunjukkan rata-rata jumlah bayi yang lahir
setiap 1000 penduduk dalam waktu satu tahun.
Ada beberapa
cara untuk menghitung besarnya angka kelahiran yaitu:
1.
Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
Angka kelahiran ini disebut kasar karena
perhitungannya tidak memperhatikan jenis kelamin dan umur penduduk, padahal
yang dapat melahirkan hanya penduduk wanita.
Contoh:
Pada pertengahan tahun 1999 Jakarta berpenduduk 10.000.000 jiwa. Dalam
tahun tersebut terdapat kelahiran 250.000 bayi. Berapa besar angka
kelahiran kasarnya?
Penyelesaian soal:
Angka
kelahiran 25 berarti tiap 1000 penduduk Jakarta setiap tahun terdapat
kelahiran 25 bayi. Besarnya angka kelahiran kasar dapat dikatagorikan
menjadi tiga yaitu:
a) kurang dari 20 digolongkan rendah
b) antara 20 – 30 digolongkan sedang
c) lebih dari 30 digolongkan tinggi
2.
Angka kelahiran menurut kelompok umur (Age
Specific Fertiliy Rate) disingkat ASFR
Rumus yang digunakan untuk menghitung yaitu:
Dengan rumus tersebut kita dapat mengetahui
kelompok umur mana yang paling banyak terjadi kelahiran.
Perlu diketahui bahwa usia 15 – 49 tahun adalah
usia subur bagi wanita. Pada usia itulah wanita mempunyai kemungkinan untuk
dapat melahirkan anak.
Contoh soal:
Suatu daerah pada tahun 2000, terdapat penduduk wanita berusia 24-30 tahun
berjumlah 30.000 jiwa. Jumlah kelahiran pada usia tersebut berjumlah 1.500
jiwa. Berapakah besar angka kelahiran khusus (ASFR)?
Penyelesaian soal:
Angka kelahiran 50 berarti tiap 1000 wanita
berusia 24-30 tahun terdapat kelahiran 50 bayi.
Hasil perhitungan ASFR ini lebih teliti dibanding dengan
perhitungan CBR (kelahiran besar) karena dilihat per kelompok umur dan
jenis kelamin.
Faktor-faktor
penunjang tingginya angka natalitas dalam suatu negara antara lain:
1)
Kepercayaan dan agama
Faktor kepercayaan mempengaruhi orang dalam penerimaan KB. Ada agama atau
kepercayaan tertentu yang tidak membolehkan penganutnya mengikuti KB.
Dengan sedikitnya peserta KB berarti kelahiran lebih banyak dibanding bila
peserta KB banyak.
2)
Tingkat pendidikan
Semakin tinggi orang sekolah berarti terjadi penundaan pernikahan yang
berarti pula penundaan kelahiran. Selain itu pendidikan mengakibatkan orang
merencanakan jumlah anak secara rasional.
3)
Kondisi perekonomian
Penduduk yang perekonomiannya baik tidak memikirkan perencanaan jumlah anak
karena merasa mampu mencukupi kebutuhannya. Jika suatu negara berlaku
seperti itu maka penduduknya menjadi banyak.
4)
Kebijakan pemerintah
Kebijakan pemerintah mempengaruhi apakah ada pembatasan kelahiran atau
penambahan jumlah kelahiran. Selain itu kondisi pemerintah yang tidak
stabil misalnya kondisi perang akan mengurangi angka kelahiran.
5)
Adat istiadat di masyarakat
Kebiasaan dan cara pandang masyarakat mempengaruhi jumlah penduduk.
Misalnya nilai anak, ada yang menginginkan anak sebanyak-banyaknya, ada
yang menilai anak laki-laki lebih tinggi dibanding perempuan atau
sebaliknya, sehingga mengejar untuk mendapatkan anak laki-laki atau
sebaliknya.
6)
Kematian dan kesehatan
Kematian dan kesehatan berkaitan dengan jumlah kelahiran bayi. Kesehatan
yang baik memungkinkan bayi lebih banyak yang hidup dan kematian bayi yang
rendah akan menambah pula jumlah kelahiran.
7)
Struktur Penduduk
Penduduk yang sebagian besar terdiri dari usia subur, jumlah kelahiran
lebih tinggi dibandingkan yang mayoritas usia non produktif (misalnya lebih
banyak anak-anak dan orang-orang tua usia).
Untuk
lebih memahami uraian materi di atas, sekarang kerjakan dahulu latihan soal
berikut ini!
Suatu
kota kabupaten terdapat wanita berusia 17 – 40 tahun sebesar 500.000
jiwa, dari jumlah tersebut terdapat bayi lahir sebesar 45.000 jiwa
setahun.
Hitunglah besarnya angka kelahiran khusus!
Apakah
tingkat pendidikan seseorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak yang
akan dilahirkan, berikan alasan-alasannya!
Bagaimana
mudahkan!
Untuk meyakinkan jawaban Anda, cocokkan jawaban Anda dengan jawaban berikut
ini!
Tingkat
pendidikan seorang wanita dapat mempengaruhi jumlah anak yang akan
dilahirkan, alasannya:
- Adanya penundaan pernikahan karena menuntut ilmu, ini berarti
penundaan kelahiran.
- Dengan pendidikan cukup wanita dapat merencanakan jumlah anak secara
rasional.
Bagaimana,
pahamkah Anda dengan materi tentang Natalitas? Paham bukan!
Sekarang kita lanjutkan dengan bahasan selanjutnya yaitu Mortalitas.
b.
Kematian (Mortalitas)
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Ada
beberapa jenis perhitungan angka kelahiran yaitu:
1)
Angka kematian kasar (Crude Death Rate = CDR)
Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan jumlah kematian tiap 1000
penduduk tiap tahun tanpa membedakan usia dan jenis kelamin tertentu.
Rumusnya:
Contoh soal:
Jumlah penduduk Jakarta pertengahan tahun 2000 berjumlah 11.000.000 orang.
Pada tahun tersebut terdapat kematian 200.000 orang.
Hitung berapa angka kematian kasarnya!
Penyelesaian soal:
CDR 18 artinya tiap 1000 penduduk terdapat
kematian 18 jiwa dalam waktu satu tahun.
Penggolongan angka kematian kasar adalah:
- Rendah, jika angka kematian 9 – 13.
- Sedang, jika angka kematian 14 – 18.
- Tinggi, jika angka kematian lebih dari 18.
2)
Angka kematian khusus menurut umur tertentu (Age
Specific Death Rate = ASDR)
Angka ini dapat digunakan untuk mengetahui kelompok-kelompok usia manakah
yang paling banyak terdapat kematian. Umumnya pada kelompok usia tua atau
usia lanjut angka ini tinggi, sedangkan pada kelompok usia muda jauh lebih
rendah.
Rumusnya:
3)
Angka kematian bayi (Infant Mortality Rate = IMR)
Angka kematian bayi adalah angka yang menunjukkan jumlah kematian bayi tiap
seribu bayi yang lahir.
Bayi adalah kelompok orang yang berusia 0-1 tahun.
Rumusnya:
Besarnya angka kematian bayi dapat dijadikan
petunjuk atau indikator tingkat kesehatan dan kesejahteraan penduduk.
Pada umumnya bila masyarakat memiliki tingkat
kesehatan yang rendah maka tingkat kematian bayi tinggi.
Selain perhitungan di atas sering dihitung pula
angka kematian ibu waktu melahirkan dan angka kematian bayi baru lahir.
Untuk angka kematian bayi ukurannya sebagai
berikut:
- Rendah, jika IMR antara 15-35.
- Sedang, jika IMR antara 36-75.
- Tinggi, jika IMR antara 76-125.
Banyaknya
kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
dan faktor penghambat kematian (anti mortalitas).
a)
Faktor pendukung kematian (pro mortalitas)
Faktor ini mengakibatkan jumlah kematian semakin besar. Yang termasuk
faktor ini adalah:
- Sarana kesehatan yang kurang memadai.
- Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan
- Terjadinya berbagai bencana alam
- Terjadinya peperangan
- Terjadinya kecelakaan lalu lintas dan industri
- Tindakan bunuh diri dan pembunuhan.
b)
Faktor penghambat kematian (anti mortalitas)
Faktor ini dapat mengakibatkan tingkat kematian rendah. Yang termasuk
faktor ini adalah:
- Lingkungan hidup sehat.
- Fasilitas kesehatan tersedia dengan lengkap.
- Ajaran agama melarang bunuh diri dan membunuh orang lain.
- Tingkat kesehatan masyarakat tinggi.
- Semakin tinggi tingkat pendidikan penduduk.
Faktor pro
mortalitas dan anti mortalitas yang ditulis di atas hanyalah sebagian. Oleh
karena itu silahkan Anda mencari faktor-faktor lainnya! Diskusikan dengan
teman dan laporkan hasil diskusimu pada Guru Bina